WARTA SUNDA ONLINÉ

BENTANG TAMU / BINTANG TAMU

MPLS Ramah 2026, Murid Anyar Dipapag Ku Lingkungan Sakola Nu Aman jeung Lancar

MPLS Ramah 2026, Murid Anyar Dipapag Ku Lingkungan Sakola Nu Aman jeung Lancar Warta Sunda | Warta Atikan Pamaréntah ngaliwatan...

CAMPALA MEDAR

Tutungkusan Karuhun Nuturkeun galur karuhun Nungtik pamanggih sang aji Ngariksa rasa sorangan Ngagurit tresnaning ati Dicutat jadi pepeling Khususna keur diri kuring Aya mangpaatna, mangga kanggo balaréa sakumna. #UrangSunda #BudayaSunda #SajarahSunda #BanggaJadiSunda #KarajaanSunda #WarisanKaruhun #GenerasiSunda #NgajagaBudaya #SundaNgahiji #ReueusSunda

Pak Muhadjir Effendy: Sejahterakan Dulu Guru, Baru Bicara Kualitas Pendidikan

Pak Muhadjir Effendy: Sejahterakan Dulu Guru, Baru Bicara Kualitas Pendidikan

JAKARTA - Mendikbud Muhadjir Effendy memastikan pemerintah terus berupaya mengangkat kembali posisi guru sebagai profesi terhormat. Selain terus berusaha memenuhi hak dan memperbaiki kesejahteraan para guru.

Mendikbud Muhadjir Effendy: Sejahterakan Dulu Guru, Baru Bicara Kualitas Pendidikan
ilustrasi
"Saat ini kami sedang berusaha keras menjadikan guru sebagai pekerjaan profesional. Sehingga tidak sembarang orang menangani pekerjaan guru," kata Menteri Muhadjir pada Lokakarya Hari Guru Sedunia Tahun 2018, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (2/10).

Guru, menurut Muhadjir adalah 'akar rumput' pendidikan nasional. Perannya sangat penting, meski seringkali dianggap remeh karena posisinya. Tidak akan ada pendidikan yang “menghijau” jika tidak ada guru. Dan juga pendidikan tidak akan subur kalau gurunya, tidak “subur”.

"Karenanya, sebelum bicara tentang pendidikan yang berkualitas, sejahterakan guru. Dan beri dia status yang membikin dia bangga, sehingga dia memiliki self-dignity," tuturnya.

Ditambahkannya, saat ini Kemendikbud terus berupaya memberikan hak-hak guru agar memiliki martabat dan kepercayaan diri. Diyakini hal tersebut bisa mendorong kualitas proses pembelajaran yang lebih baik.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mendorong jelasnya status guru. Namun, dengan keterbatasan kemampuan pemerintah, pengangkatan guru tidak bisa dilakukan serta merta, tetapi bertahap

"Setelah tes CPNS ini, masih ada peluang untuk guru yang usianya sudah 35 tahun untuk mengikuti tes calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," ujar Muhadjir.

sumber: https://www.jpnn.com/news/sejahterakan-dulu-guru-baru-bicara-kualitas-pendidikan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pak Muhadjir Effendy: Sejahterakan Dulu Guru, Baru Bicara Kualitas Pendidikan"

Posting Komentar