WARTA SUNDA ONLINÉ

BENTANG TAMU / BINTANG TAMU

Cuaca Ékstrem Dua Taun Ngabalukarkeun Krisis Tatanén, Petani di Garut Gagal Panén

Cuaca Ékstrem Dua Taun Ngabalukarkeun Krisis Tatanén, Petani di Garut Gagal Panén Ket. Kepala BMKG, Prof. Ir. Teuku Faisal Fatha...

CAMPALA MEDAR

Tutungkusan Karuhun Nuturkeun galur karuhun Nungtik pamanggih sang aji Ngariksa rasa sorangan Ngagurit tresnaning ati Dicutat jadi pepeling Khususna keur diri kuring Aya mangpaatna, mangga kanggo balaréa sakumna. #UrangSunda #BudayaSunda #SajarahSunda #BanggaJadiSunda #KarajaanSunda #WarisanKaruhun #GenerasiSunda #NgajagaBudaya #SundaNgahiji #ReueusSunda

RELEASE PEMKAB PURWAKARTA :Musim Pancaroba, Pemkab Purwakarta Antispasi DBD

Musim Pancaroba, Pemkab Purwakarta Antispasi DBD



Purwakarta - WSO,
Selain potensi bencana alam, pada pancaroba atau peralihan musim, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, penyebaran penyakit DBD biasanya hadir di musim tersebut.
     Guna mengantisipasi persoalan DBD, Pemkab Purwakarta pun tengah menyiapkan berbagai langkah pencegahan. Sebab, penyakit tersebut akan menjadi kasus besar jika tidak menjadi perhatian utama.
     "Perlu upaya efektif cegah penyebaran DBD, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola bersih dan sehat," ujar Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, belum lama ini.
     Anne menuturkan, penyebaran penyakit DBD tak hanya disebabkan faktor cuaca, melainkan juga karena pola hidup yang kurang sehat. Akibatnya, tubuh menjadi mudah terserang penyakit, termasuk DBD.
"Mari galakan lagi bebersih dan tingkatkan pola hidup bersih dan sehat. Pencegahan DBD tak cukup hanya fogging, sebab tak bisa membunuh sampai jentik," ujarnya.
     Terpisah, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Purwakarta, Meisera Pramayanti menjelaskan, penyakit DBD selama ini menjadi perhatian serius di jajarannya. Sejak tiga tahun terakhir, jumlah kasusnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
     Berdasarkan data yang dihimpun, kasus yang tercatat di 2017 jumlahnya mencapai 122. Kemudian, di 2018 meningkat menjadi 226 kasus. Sedangkan pada 2019, terhitung Januari hingga September ada 492 kasus.
"Dari pertengahan (September) sampai akhir tahun suspek DBD mengalami penurunan. Nah, sekarang datanya sedang kami rekap," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Purwakarta, Bedi. (***) To

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RELEASE PEMKAB PURWAKARTA :Musim Pancaroba, Pemkab Purwakarta Antispasi DBD "

Posting Komentar