“Diterjang Banjir 20 Cm, Aktivitas Belajar di SDN 2 Malangnengah Sempat Terhenti”
“Diterjang Banjir 20 Cm, Aktivitas Belajar di SDN 2 Malangnengah Sempat Terhenti”
PURWAKARTA – Warta Sunda Online,-
Hujan yang mengguyur selama sepekan terakhir membawa dampak serius bagi SDN 2 Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Sekolah tersebut dilanda banjir akibat meluapnya gorong-gorong dengan debit air yang tinggi pada Rabu sore, 8 April 2026.
Air setinggi sekitar 20 cm menggenangi area lapangan sekolah dan masuk ke dalam ruang kelas dengan ketinggian mencapai 5 cm. Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
SDN 2 Malangnengah yang beralamat di Jalan Raya Malangnengah 07/02 ini memiliki total 239 siswa, terdiri dari 123 laki-laki dan 116 perempuan, serta didukung oleh 10 tenaga pendidik (6 PNS dan 5 PPPK).
Kepala sekolah, Wati Rahmawati, S.Ag., yang mulai menjabat sebagai Plt sejak 13 Agustus 2025 dan resmi definitif pada Februari 2026, menyampaikan bahwa pihak sekolah bergerak cepat melakukan penanganan awal. Bersama para siswa, kegiatan pembersihan dilakukan secara swadaya agar proses belajar bisa kembali berjalan.
“Seharusnya keesokan harinya sudah mulai belajar, jadi kami bersama anak-anak langsung membersihkan ruang kelas yang tergenang,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa. Respons cepat pun ditunjukkan oleh aparat Desa Malangnengah bersama masyarakat.
Kepala Desa Malangnengah, H. Aca, bersama Ketua RW 02 Asnawi dan Ketua RT 07 H. Mitra, langsung menggerakkan kerja bakti warga untuk membersihkan saluran air dan gorong-gorong yang tersumbat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Pembersihan difokuskan pada saluran solokan kecil yang menjadi penyebab utama meluapnya air ke lingkungan sekolah.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat fasilitas umum seperti gorong-gorong memiliki peran vital dalam menjaga lingkungan sekolah tetap aman dari bencana.
Diharapkan, adanya sinergi antara pihak sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, pihak sekolah juga menghadapi tantangan lain, yakni kehilangan mitra dalam pengembangan olahraga, khususnya bulu tangkis, setelah tidak adanya lagi dukungan dari orang tua siswa yang sebelumnya aktif di bidang tersebut.*
0 Response to "“Diterjang Banjir 20 Cm, Aktivitas Belajar di SDN 2 Malangnengah Sempat Terhenti”"
Posting Komentar