Corona dan Bank BJB! Oleh : Dudung Nurullah Koswara (Nasabah Setia Bank BJB)
*Corona dan Bank BJB!*
Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Nasabah Setia Bank BJB)
S
aya
dan istri saya adalah dua pribadi yang sangat setia. Jujur, disiplin dan tak
pernah bohong. Tak pernah bohong dan setia pada bank BJB. Kami berdua
seia sekata selalu setor pada bank BJB tepat waktu. Kadang saya lebih setia
pada bank BJB dibanding pada istriku sendiri. Ups!
Membaca harian Kompas bahwa tahanan
politik di Iran sebanyak 85 ribu orang dibebaskan terkait wabah corona. Mereka
para tahanan tidak boleh sakit atau teraniaya oleh virus corona dalam
tahanan. Para tahanan ini adalah orang yang merugkan negara, dibebaskan.
Saya ingin ngejoke __tapi cius__ mengapa
tidak bank BJB peduli guru atau ASN yang jadi nasabah. Mengapa tidak,
para guru yang merupakan “keluarga besar bank BJB” mendapatkan afirmasi atau
maslahat bencana. Bukankah saat wabah corona virus saat ini keluarga guru ikut
terdampak?
Saya jamin, sangat saya jamin betapa akan
bahagianya para guru bila bank BJB peduli guru. Bentuknya? Selama dua bulan
mendapatkan “bebas cicilan”. Artinya cicilan yang dua bulan masuk ke rekening
pribadi guru. Lumayan untuk pertahanan ekonomi keluarga guru. Kan keluarga guru
tuh keluarga bjb juga.
Pak Gubernur Jawa Barat, Sang Imam Besar
Milenial, Ridwan Kamil mohon dipertimbangkan. Ini usulan sangat-sangat
objektif versi subjektif guru Jawa Barat. Ini bukan modus tapi ini sangat
seirama dengan program CSR bank BJB. Saya pikir bank BJB tidak akan
bangkrut dengan memuliakan guru. Hanya dua bulan cicilan!
Bank BJB sangat berutang pada guru!
Saatnya bank BJB “membayar” utang itu! Ahaa, kok jadi BJB yang berutang ya.
Keren kan? Masa pemerintahan kolonial Belanda, dahulu ada kebijakan politik
etik. Politik etik adalah politik balas budi, budi balas! Ini ucapan
terimakasih pemerintah Belanda pada rakyat Indonesia yang telah membuat negeri
Belanda kaya raya.
Belanda membayar utang budinya dengan
diberikannya layanan edukasi, irigasi dan migrasi atau trans penduduk. Mengapa
tidak? Bank BJB adalah bank para guru juga. Cukup dua bulan melakukan “politik
etik BJB” jangan takut ditolak. Politik ini pasti diterima, tidak akan ditolak.
Para guru pada baik, insyaallah akan menerima politik ini.
Ayooo para guru, para ASN dan nasabah bank BJB, komen dan dukung opini
centil ini. Viralkan tulisan ini agar Pak Gubernur Jawa Barat dan pimpinan bank
BJB terpukul hatinya, maksud saya terelus hatinya. Ada pepatah, “Siapa yang
memberi rezeki pada guru maka akan barokah”. Maukah bank BJB barokah?***
S
|

0 Response to "Corona dan Bank BJB! Oleh : Dudung Nurullah Koswara (Nasabah Setia Bank BJB)"
Posting Komentar